Monday, March 19, 2018

Sejarah Agama Buddha di Indonesia


Agama Buddha yang disebarkan pertama kali oleh Siddharta Gautama, di Indonesia dikenal sejak ratusan tahun yang lalu, mulai zaman Kerajaan Sriwijaya dan Mojopahit. Bagaimana Sejarah masuknya Buddha di Indonesia? 

Indonesia merupakan wilayah yang strategis bagi tumbuh berkembangnya agama-agama besar dunia, termasuk agama Buddha. Letak di antara dua benua dan dua samudra memungkinkan para pedagang dunia hilir-mudik.

Nusantara dijadikan jalur pelayaran strategis antara India ke China dan sebaliknya. Mereka tidak hanya berdagang tapi juga mempengaruhi dalam bidang kebudayaan dan proses penyebaran agama.

Semula, Hindu adalah agama yang dianggap paling tinggi kedudukannya. Mereka mengenal sistem kasta. Yang bisa mempelajari dengan baik Agama Hindu hanya kalangan kasta tertentu. Agama Buddha yang datang tidak mengenal kasta dan menyebar dengan cepat di berbagai kalangan.

Agama Buddha di Indonesia masuk awal abad pertama atau saat dimulainya perdagangan melalui jalur laut. Pada abad ke-7 mulai ada kerajaan besar yang beragama Buddha di Indonesia yakni  Srivijaya (Sriwijaya) di Suvarnadvipa (Sumatera). Dibuktikan dengan catatan It-Tsing, sarjana dari China yang melakukan perjalanan ke India dan Nusantara.
 
Biarawan Buddha lainnya yang mengunjungi Indonesia adalah Atisa, Dharmapala, seorang Profesor dari Nalanda, dan Vajrabodhi, seorang penganut agama Buddha yang berasal dari India.

Kerajaan lain di Nusantara / Indonesia yang beragama Buddha selain Sriwijaya adalah Tarumanegara dan Mataram kuno. Semua kerajaan itu berperan dalam proses perkembangan agama Buddha di Indonesia, pengaruh India pada masa kerajaan-kerajaan itu sangat terasa.

Di Jawa juga berdiri kerajaan Buddha yaitu kerajaan Syailendra, tepatnya sekarang berada di Jawa Tengah, meskipun tidak sebesar kerajaan Sriwijaya, kerajaan ini meninggalkan beberapa peninggalan penting yaitu candi-candi Buddha yang masih berdiri hingga sekarang, salah satunya adalah Candi Borobudur. Selain itu ditemukan juga lempengan batu berwarna di satu puing rumah bata yang diperkirakan kamar Bhiksu Buddha. Lempengan batu itu berisi 2 syair Buddhist dalam bahasa Sansekerta yang ditulis dengan huruf Pallawa.

Namun pada perkembagannya kini, sebagaimana dikutip dari buddha,  pengaruh India kian memudar. Justru pengaruh dari negeri Tionghoa lah yang paling mendominasi agama Buddha sampai saat ini, terbukti dari bentuk bentuk patung, tempat sembahyangnya, maupun seluruh ornamen dalam Agama Buddha saat ini lebih didominasi unsur Tionghoa ketimbang India.

Hal ini di sebabkan oleh banyaknya orang Tionghoa beragama Buddha yang berdagang di Indonesia sejak zaman dahulu, sehingga proses perkembangan Agama Buddha lebih banyak di dominasi oleh kebudayaan orang Tionghoa ketimbang dari India.

1 comment:

Anonymous said...

Gombal dan pendusta….jangan dipercaya yang spt ini….na'udzubillah min dzalik……